Ibadah tuh goalnya apa sih? Karena banyak orang Kristen yang berkata begini: saya sudah rajin ibadah, saya sudah banyak berkorban buat gereja, saya sudah memberi banyak, saya sudah rajin pelayanan, saya nggak pernah absen ke gereja, saya nggak pernah absen kebaktian, dan lain sebagainya, tapi masih bingung goal/tujuan dari ibadah itu apa. Saudara-saudara ternyata di Perjanjian Lama di Kitab Amos 5 ayat 21-24 ternyata ada cerita bahwa ibadah Israel dibenci sama Tuhan dan ini ngeri banget sampai ibadah kita Tuhan benci.
Amos 5:21-24 (TB) "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."
Saudara-saudara, ternyata Tuhan kita dari zaman Perjanjian Lama sudah menyatakan sikap bahwa ibadah yang hanya rutinitas itu membuat Tuhan gusar, akhirnya Tuhan membenci ibadah yang sifatnya rutinitas. Karena ayat 24 itu alasannya Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. Ternyata orang-orang Israel walaupun mereka rutin melakukan ibadah yang berupa acara-acara nyanyian-nyanyian keramaian keramaian dan lain sebagainya, tapi ternyata tidak ada kebenaran dan keadilan yang mengalir di sana. Hal ini yang membuat Tuhan mulai membenci ibadah yang sifatnya rutinitas. Nah kalau kita berangkat ke Perjanjian Baru ternyata di perjanjian baru itu kata ibadah punya tiga pengertian diambil dari bahasa Yunani yang pertama adalah λατρεία (latreia), yang kedua adalah θρησκεία (threskeia), dan yang ketiga adalah εὐσέβεια (eusebeia).
Ibadah yang sifatnya λατρεία atau liturgis atau acara-acara, Liturgi kalau gereja zaman sekarang umumnya ada doa pembukaan, ada mungkin 3 lagu cepat 2 lagu pelan, pemberitaan Firman Tuhan, persembahan, pengumuman lalu doa berkat. Λατρεία ini ternyata cuman ada 5 kali atau 5 ayat dalam Perjanjian Baru salah satunya yang terkenal adalah Roma 12:1 bahwa "kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai ibadah yang sejati." Kata ibadah yang muncul adalah λατρεία atau adoring God/worship, kita harus bener-bener membuat Tuhan senang dengan ibadah kita. Gereja-gereja hari-hari ini berlomba-lomba untuk menyusun liturgi/tata ibadah sebaik mungkin agar Tuhan disenangkan, dan agar menarik anggota gereja untuk aktif beribadah. Tapi yang tidak kita sadari hal ini akan membuat kita terjerumus dalam jebakan rutinitas ibadah. Akhirnya gereja kehilangan intimacy dengan Tuhan karena disibukkan dengan hal-hal teknis.
Tipe ibadah yang kedua dalam bahasa Yunani adalah θρησκεία, kata ini cuman ada satu di perjanjian baru yaitu di kitab Yakobus 1:27 (TB) Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. Saudara-saudara bukan berarti baru baca ayat ini kita harus langsung mengunjungi janda-janda ya nggak seperti itu. Karena di zaman itu konteks Yakobus menulis ayat ini karena janda janda dan yatim piatu adalah dua komunitas yang ditolak oleh masyarakat. Mereka tidak diterima oleh masyarakat Yahudi karena mereka kehilangan status sebagai suami-istri dan sebagai seorang anak yang kehilangan orang tua mereka kehilangan status. Orang Yahudi maaf istilah saya mereka adalah orang-orang yang 'gila akan status orang Yahudi'. Jadi kalau ada orang yang kehilangan status mereka mulai menolak kelompok-kelompok itu. Nah salah satu yang ditolak oleh orang Yahudi adalah komunitas yatim piatu dan komunitas janda-janda. Mereka mulai ditolak, mereka dianggap dibuang dari masyarakat. Nah itu kalau zaman itu kalau zaman sekarang kita terapkan ayat ini di zaman sekarang banyak kan orang-orang yang dibuang sama masyarakat? Banyak banget ya orang yang narkoba, orang yang kena HIV, anak-anak punk/jalanan mungkin, dan lain sebagainya. Mereka dibuang oleh masyarakat, mulai dibuang keluarga mereka, dicoret mungkin dari kartu keluarga, tapi ingat baik-baik saudara-saudara bahwa ibadah yang murni dan tak bercacat di hadapan Allah Bapa kita di surga ialah kalau kita mengunjungi orang-orang yang tertolak. Tapi ingat ya Yakobus menambahkan kita harus jaga diri kita supaya kita di tidak dicemari oleh dunia jaga diri juga ya.
Ada satu lagi kata ibadah yang muncul di Perjanjian Baru saya mau baca yang juga buat temen-temen 1 Timotius 3:16 (TB) Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan." Ternyata kata ibadah yang muncul di ayat ini adalah εύσέβεια bahasa yunaninya, bahasa Inggrisnya godliness/holiness kalau saudara lihat dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris. Kata ini memiliki pengertian dalam bahasa Indonesia kesalehan. Dan ternyata kalau kita pelajari dari terjemahan lain adalah keserupaan dengan Kristus. Ternyata ibadah tipe ini adalah ibadah level paling tinggi.
Kita boleh λατρεία, rutinitas boleh, kita boleh aksi sosial θρησκεία kemana-mana kita sumbang ini sumbang itu boleh. Tapi kalau kita tidak pernah jadi serupa dengan Kristus, karakter kita tidak serupa dengan Kristus percuma semuanya. Kita boleh rajin kebaktian, kita boleh rajin ini rajin itu, tapi ingat tadi peristiwa di Kitab Amos. Orang-orang Israel walaupun mereka rutin, mereka rajin tapi kebenaran dan keadilan Allah tidak bergulung dan bergulir di sana. Maka Tuhan itu menjadi membenci ibadah yang sifatnya rutin. Kita boleh rajin, kita boleh memberikan aksi aksi sosial, tapi jangan lupa setelah terima doa berkat kita kejar keserupaan dengan Kristus, mulai exercise/latihan melakukan firman Tuhan sampai karakter kita dirubah setiap hari bukan serupa dengan dunia tapi semakin serupa dengan Kristus. Itu namanya ibadah εύσέβεια dan ini adalah goal daripada ibadah kita jadi serupa dengan Kristus.
GOAL/TUJUAN AKHIR DARI IBADAH ADALAH KESERUPAAN DENGAN KRISTUS (MEMILIKI DAN MENGHIDUPI KARAKTER KRISTUS). PERCUMA SEPANJANG MINGGU KITA AKTIF BERGEREJA (SIBUK DENGAN KEGIATAN-KEGIATAN GEREJA), SEPANJANG MINGGU KITA BERDIAKONIA (SUMBANG SANA, SUMBANG SINI), KITA SIBUK MENGHIAS/MEMPERINDAH FISIK GEDUNG GEREJA DAN MENGATUR TATA IBADAH GEREJA SEDEMIKIAN RUPA AGAR MENARIK, JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN KARAKTER SERUPA DENGAN KRISTUS MAKA SEMUA ITU ADALAH KEJIJIKAN DI MATA BAPA DI SORGA DAN SEGALA JERIH LELAH KITA SIA-SIA BELAKA.
Komentar
Posting Komentar