Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Pemuda Yang Berdampak

Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, hari ini kita merayakan Hari Sumpah Pemuda, sebuah momen yang penting dalam sejarah bangsa kita. Pada hari ini, kami ingin merenungkan arti pentingnya pemuda dalam membangun masa depan yang baik bagi negara ini, dengan panduan dari firman Tuhan. Ayat Alkitab yang cocok untuk hari ini adalah 1 Timotius 4:12 TB, yang berbunyi: "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu." Ayat ini mengingatkan kita semua, terutama para pemuda, akan tanggung jawab kita dalam memberikan teladan yang baik bagi orang-orang di sekitar kita. Terkadang, mungkin kita merasa diabaikan, dianggap kurang berpengalaman, atau dianggap tidak mampu melakukan hal-hal besar. Tetapi Tuhan ingin mengingatkan kita bahwa usia muda bukanlah halangan bagi kita untuk memberikan dampak positif dalam kehidupan ini. Sebag...

MENAKLUKKAN KECEMASAN

Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, Hari ini, ayo kita renungkan tentang kecemasan yang sering menghampiri hidup kita. Dalam situasi tekanan dan tantangan, cemas dapat dengan mudah menyelinap ke dalam pikiran dan hati kita, membuat kita terjerat dalam ketakutan yang tidak sehat. Tetapi, dalam 1 Petrus 5:7, Tuhan telah memberikan petunjuk yang jelas: "Serkahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Pertama, mari kita pahami bahwa kecemasan adalah suatu hal yang alami bagi manusia. Tidak ada yang terlepas dari rasa cemas dalam hidup ini. Namun, sebagai orang percaya, kita harus menghindari agar kecemasan tidak menguasai hidup kita. Firman Tuhan menekankan bahwa kita harus menyerahkan semua kecemasan kepada Tuhan. Dia adalah Pemelihara kita, Dia mengasihani dan mengerti segala sesuatu yang kita alami. Ketika kita menyerahkan kecemasan kepada Tuhan, kita menunjukkan kepercayaan dan ketergantungan kita kepada-Nya. Kita menyerahkan semua kekhaw...

Mengapa Kita Mengalami Pencobaan

Ketika datang pencobaan ke dalam hidup kita, satu kata yang biasanya ada di depan bibir kita adalah mengapa. Karena pencobaan itu sulit, menyakitkan, dan menyedihkan, kita biasanya bertanya, "Mengapa itu terjadi kepada saya?" dan kita selalu hampir tidak pernah mendapat jawaban yang kita cari. Mereka membuat kita meragukan apa yang kita percaya karena keinginan kita sendiri sedang diuji. Seperti yang kita pelajari pada hari pertama, Yesus mengajar kita bahwa kita akan mengalami kesulitan. Hidup sebagai pengikut Kristus bukan berarti tidak ada kesulitan. Dunia kita jatuh dan hancur dengan orang-orang yang melakukan hal-hal yang menjatuhkan dan menghancurkan. Tentu saja, akan ada pencobaan. Orang-orang akan melakukan hal-hal yang mempengaruhi kita. Kita akan melakukan hal-hal yang mempengaruhi orang lain dan diri kita sendiri. Kita mungkin tidak bermaksud demikian, tetapi tindakan kita masih menyebabkan rasa sakit dalam kehidupan orang lain. Mungkin bahkan diri sendiri. Beriku...

IBADAH YANG BERKENAN

Ibadah tuh goalnya apa sih? Karena banyak orang Kristen yang berkata begini: saya sudah rajin ibadah, saya sudah banyak berkorban buat gereja, saya sudah memberi banyak, saya sudah rajin pelayanan, saya nggak pernah absen ke gereja, saya nggak pernah absen kebaktian, dan lain sebagainya, tapi masih bingung goal/tujuan dari ibadah itu apa. Saudara-saudara ternyata di Perjanjian Lama di Kitab Amos 5 ayat 21-24 ternyata ada cerita bahwa ibadah Israel dibenci sama Tuhan dan ini ngeri banget sampai ibadah kita Tuhan benci. Amos 5:21-24 (TB) "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai y...