Langsung ke konten utama

MELAYANI SEPERTI TELADAN YESUS

Filipi 2:1-4 (TB)
1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Bapak/Ibu saudara dalam bacaan kita pagi hari ini kita belajar dari nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Filipi tentang bagaimana kita harus bersikap diantara sesama kita terlebih dalam saudara seiman. Di sana Paulus menuliskan nasihat lebih lanjut tentang tugas-tugas Kristiani;  yaitu kesamaan pikiran dan kerendahan hati, menurut teladan Tuhan Yesus.  Kasih kepada sesama adalah hukum kerajaan Kristus dan aturan dalam keluarga-Nya.  Beberapa motif cinta persaudaraan disebutkan.  Jika Anda mengharapkan atau mengalami manfaat dari kasih sayang Tuhan untuk diri Anda sendiri, berbelas kasihlah satu sama lain.  Adalah sukacita para pelayan Tuhan melihat orang-orang yang berpikiran sama sama dengan Kristus.  

Markus 10:45 (TB)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Kristus datang untuk merendahkan diri dan melayani, janganlah ada di antara kita semangat kesombongan dalam pelayanan. Kedatangan Yesus ke dalam dunia adalah untuk melakukan tugas yang mulia dan bukan untuk mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri, melainkan menyenangkan hati Bapa di Sorga. Kehormatan duniawi karena jabatan, kekayaan, pujian manusia, dan prestasi seringkali menjadi godaan yang menyilaukan mata kita dalam mengerjakan tugas pelayanan kita. Hal ini juga pernah berkali-kali menyilaukan mata para murid Yesus sendiri selama bersama dengan Tuhan Yesus dalam pelayanan, tapi Yesus menunjukkan kepada mereka bahwa kekuasaan  seringkali disalahgunakan di dunia. Fokus kita harusnya adalah berusaha memiliki hikmat dan kasih karunia untuk mengetahui bagaimana bisa melayani seperti Yesus melayani kita dengan hidup-Nya; dan kita akan memperoleh jaminan kemuliaan yang abadi bersama Allah Bapa di Sorga.

Pelayanan yang sejati adalah mau memberi diri seperti Yesus memberikan diri-Nya. Kita lihat bagaimana teladan yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus selama di bumi, Yesus tidak pernah mengejar ketenaran dan memuaskan keinginannya sendiri. Yesus memberi diri bagi orang-orang yang ditemui-Nya dan mengerjakan sesuai dengan perintah Bapa. Seperti Yesus, kita harus bisa mengawasi hidup kita apakah kita mengejar kehormatan duniawi, apakah kita cepat menyadari kesalahan kita dan mau memperbaiki kualitas diri,  dan apakah kita sudah memperdulikan orang-orang di sekitar kita. Kita harus bisa memperhatikan orang-orang di sekitar kita, siap sedia memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan, namun juga tidak menyibukkan diri dengan urusan orang lain karena kita harus fokus mengerjakan panggilan Tuhan. Selain itu kita harus mengupayakan kedamaian secara lahir dan batin dengan semua orang, dan kedamaian ini hanya bisa diperoleh saat kita memiliki kerendahan hati seperti Yesus.

Dalam pelayanan kita, kita harus memperlakukan semua orang sama. Seperti Yesus yang tidak membeda-bedakan orang demikian juga kita harus mengerjakan pelayanan kita. Kita juga harus memperlakukan setiap orang yang bekerja bersama kita secara layak sebagai sesama rekan sekerja Allah dalam mengerjakan tugas pelayanan. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih besar, tidak ada yang lebih mulia, tidak ada yang lebih pintar, dan tidak ada yang lebih berharga, karena dalam pelayanan kita sama-sama hanyalah alat yang Tuhan pakai. Segala sesuatu yang dapat kita kerjakan adalah oleh kasih karunia Tuhan saja yang memampukan kita. Mari kita lihat ke dalam hati kita, apa motivasi kita dalam melakukan pelayanan, apakah kita sudah seperti teladan Yesus atau kita malah terus memuaskan keinginan ego kita untuk memperoleh pujian, ketenaran, otoritas/jabatan, dan kekayaan. Untuk dapat memperoleh kemuliaan seperti Yesus maka kita juga harus mau minum dari cawan yang sama, yaitu cawan penderitaan dalam mengerjakan tugas pelayanan kita dan melakukan pelayanan mengikuti teladan-Nya. Jangan jadi kecewa jika mungkin doa-doa kita untuk pelayanan kita belum memperoleh jawaban, tapi hal terpenting yang harus kita ingat bahwa Dia mencintai kita, dan hanya akan memberi orang-orang-Nya apa yang baik untuk mereka dalam mengerjakan tugas dan panggilan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KASIH ABADI ALLAH

Yeremia 31:3 “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Orang Israel berulang kali berdosa terhadap Allah. Bahkan setelah banyak peringatan, mereka gagal untuk bertobat. Tetapi Tuhan kita ialah Tuhan yang murah hati. Terlepas dari kedegilan hati mereka, Dia masih memulihkan mereka. Dalam Yeremia 31, kita membaca bagaimana Tuhan menjangkau umat-Nya dengan kebaikan yang lahir dari kasih kekal yang mendalam bagi mereka. Kasih ini bermula sejak kekekalan di masa lampau dan terus berlanjut kepada kekekalan di masa mendatang. Tuhan adalah sumber kasih ini. KasihNya tidak didasarkan oleh apa yang Dia lihat atau apa yang telah terjadi. Inilah Tuhan, sifat-Nya. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kasih-Nya atau melenyapkan kasih-Nya kepada kita. Dan dengan kebaikan-Nya yang tiada putus-putusnya, Dia dengan sabar dan penuh kasih menarik kita kepada-Nya. Begitu besar kasih-Nya, hing...

MENAKLUKKAN KECEMASAN

Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, Hari ini, ayo kita renungkan tentang kecemasan yang sering menghampiri hidup kita. Dalam situasi tekanan dan tantangan, cemas dapat dengan mudah menyelinap ke dalam pikiran dan hati kita, membuat kita terjerat dalam ketakutan yang tidak sehat. Tetapi, dalam 1 Petrus 5:7, Tuhan telah memberikan petunjuk yang jelas: "Serkahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Pertama, mari kita pahami bahwa kecemasan adalah suatu hal yang alami bagi manusia. Tidak ada yang terlepas dari rasa cemas dalam hidup ini. Namun, sebagai orang percaya, kita harus menghindari agar kecemasan tidak menguasai hidup kita. Firman Tuhan menekankan bahwa kita harus menyerahkan semua kecemasan kepada Tuhan. Dia adalah Pemelihara kita, Dia mengasihani dan mengerti segala sesuatu yang kita alami. Ketika kita menyerahkan kecemasan kepada Tuhan, kita menunjukkan kepercayaan dan ketergantungan kita kepada-Nya. Kita menyerahkan semua kekhaw...

KESETIAAN MELEWATI MASA-MASA KEGAGALAN

Kebanyakan film romantis menggambarkan kisah cinta anak muda. Film tersebut biasanya menampilkan adegan yang sempurna di mana dua individu jatuh cinta. Lalu bolak-balik dari saat mereka jatuh cinta, kemudian dipercepat ke adegan di mana mereka telah tua dan memiliki anak-anak, menunjukkan cinta dalam tahap yang paling dewasa. Permasalahannya bahwa kisah romantis ini hanya menunjukkan sisi awal dan akhir. Semua orang dapat merasakan cinta anak muda yang begitu menggairahkan, tetapi tidak semua orang dapat mengalami cinta yang berkembang secara utuh. Perjuangan cinta yang paling berat adalah diantaranya, melalui proses menuju dewasa. Inilah yang akan membuat hubungan tetap bertahan di masa-masa sukar. Kesetiaan terhadap satu sama lain terbukti ketika mengalami masa-masa kegagalan. Tuhan tetap setia bahkan ketika manusia tidak setia. Ia terus menerus tertolak seperti seorang suami setia yang istrinya belum pulang ke rumah, meskipun ia tahu apa yang sedang dilakukan istrinya. Dan ia sepert...