Langsung ke konten utama

KESETIAAN MELEWATI MASA-MASA KEGAGALAN

Kebanyakan film romantis menggambarkan kisah cinta anak muda. Film tersebut biasanya menampilkan adegan yang sempurna di mana dua individu jatuh cinta. Lalu bolak-balik dari saat mereka jatuh cinta, kemudian dipercepat ke adegan di mana mereka telah tua dan memiliki anak-anak, menunjukkan cinta dalam tahap yang paling dewasa. Permasalahannya bahwa kisah romantis ini hanya menunjukkan sisi awal dan akhir.

Semua orang dapat merasakan cinta anak muda yang begitu menggairahkan, tetapi tidak semua orang dapat mengalami cinta yang berkembang secara utuh. Perjuangan cinta yang paling berat adalah diantaranya, melalui proses menuju dewasa. Inilah yang akan membuat hubungan tetap bertahan di masa-masa sukar.

Kesetiaan terhadap satu sama lain terbukti ketika mengalami masa-masa kegagalan. Tuhan tetap setia bahkan ketika manusia tidak setia.

Ia terus menerus tertolak seperti seorang suami setia yang istrinya belum pulang ke rumah, meskipun ia tahu apa yang sedang dilakukan istrinya. Dan ia seperti ayah yang terus menerus berduka sembari melihat foto usang anaknya, mengingat seperti apa rasanya ketika sebelum anaknya itu memutuskan hubungan dari keluarga.

Tuhan tidak pernah memaksa kita kembali kepada-Nya, namun Dia masih terus menunggu. Ia mengasihi kita apa adanya, tetapi Ia terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita dalam kondisi penuh dosa. Ia menciptakan kita dalam kasih dan kasih-Nya terus menerus menjangkau kita - memanggil dan mengundang kita untuk tinggal dalam kasih-Nya.

​​Hosea 6:6-7
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.

Masalah hidup kita ialah kita jatuh cinta sesering kita putus cinta. Sehingga kita tidak mengalami kasih yang benar-benar bertumbuh hingga dewasa. Ketika seseorang setia, Anda dapat mempercayai dia. Ketika Anda mempercayai dia, Anda mendekat kepadanya. Tuhan telah sangat setia kepada Anda, maka Anda dapat mendekat kepada-Nya dengan penuh percaya diri!

Refleksi:
Apakah Anda pernah tidak setia dalam perjalanan hidupmu dengan Tuhan? Apa yang menginspirasi Anda untuk kembali kepada-Nya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENAKLUKKAN KECEMASAN

Saudara-saudara yang dikasihi dalam Kristus, Hari ini, ayo kita renungkan tentang kecemasan yang sering menghampiri hidup kita. Dalam situasi tekanan dan tantangan, cemas dapat dengan mudah menyelinap ke dalam pikiran dan hati kita, membuat kita terjerat dalam ketakutan yang tidak sehat. Tetapi, dalam 1 Petrus 5:7, Tuhan telah memberikan petunjuk yang jelas: "Serkahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Pertama, mari kita pahami bahwa kecemasan adalah suatu hal yang alami bagi manusia. Tidak ada yang terlepas dari rasa cemas dalam hidup ini. Namun, sebagai orang percaya, kita harus menghindari agar kecemasan tidak menguasai hidup kita. Firman Tuhan menekankan bahwa kita harus menyerahkan semua kecemasan kepada Tuhan. Dia adalah Pemelihara kita, Dia mengasihani dan mengerti segala sesuatu yang kita alami. Ketika kita menyerahkan kecemasan kepada Tuhan, kita menunjukkan kepercayaan dan ketergantungan kita kepada-Nya. Kita menyerahkan semua kekhaw...

MEREDAM DENDAM

MEREDAM DENDAM Bacaan: Markus 6:14-29 Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari kisah tragis dalam Alkitab yang mengisahkan tentang dendam yang meluap-luap hingga menuntun kepada kejahatan. Khotbah kita kali ini berjudul "Meredam Dendam" dan sumber teks kita adalah Injil Markus pasal 6, ayat 14-29. Kata dendam dalam Markus pasal 6 memakai kata enecho ἐνέχω (Yunani) = menyimpan dendam, menyimpan amarah, terjerat sendiri oleh amarah/dendam. Dendam timbul dari amarah, iri, kecewa yang tidak segera dibereskan. Dalam pasal ini, kita diperkenalkan kepada Raja Herodes, seorang penguasa yang berkuasa atas wilayah Galilea. Perhatian Herodes tertuju pada Yesus dan mujizat-mujizat yang Dia lakukan. Orang-orang banyak berbicara tentang Yesus dan membuat spekulasi mengenai identitas-Nya. Ada yang percaya bahwa Yesus adalah nabi Elia yang telah bangkit dari antara orang mati, dan ada juga yang percaya bahwa Dia adalah seorang nabi yang muncul kembali. Tidaklah mengheranka...